Lumajang, 02 April 2025 – Dalam rangka mendukung program Ketahanan Pangan Nasional menuju Swasembada Pangan Tahun 2027, anggota Polsek Tempeh Polres Lumajang Polda Jawa Timur, AIPTU MASRUR UBAIDILLAH, S.H. bersama AIPDA MOCHAMAD WAHYONO, melakukan kegiatan serap aspirasi kepada Bpk. ANSHORI, seorang petani di Desa Sumberjati. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan harga jual gabah pada masa tanam tahun ini serta kendala yang dihadapi para petani dalam proses produksi pertanian. Bpk. ANSHORI menyampaikan bahwa harga jual gabah pada musim panen kali ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Alhamdulillah… harga Gabah saat ini sudah lebih tinggi dibandingkan tahun kemarin Pak,” ungkapnya. Hal ini menjadi bukti nyata dari intervensi Pemerintah dalam menjaga kestabilan harga komoditas pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani.
AIPTU MASRUR UBAIDILLAH, S.H. menjelaskan bahwa peningkatan harga jual gabah ini merupakan hasil dari kebijakan Presiden PRABOWO SUBIANTO yang telah menetapkan standar harga beli gabah agar lebih menguntungkan bagi petani. “Beberapa waktu yang lalu Bapak Presiden sudah menetapkan harga beli Gabah dari para Petani agar ditingkatkan, dan hal ini memang dirasakan oleh para Petani,” jelasnya. Dengan adanya kebijakan ini, petani diharapkan dapat memperoleh keuntungan yang lebih layak sehingga mereka semakin termotivasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian mereka. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah dalam mencapai kedaulatan pangan nasional yang kuat dan berkelanjutan.
Selain membahas harga jual gabah, AIPDA MOCHAMAD WAHYONO juga berdiskusi dengan Bpk. ANSHORI mengenai tingkat produktivitas padi pada musim tanam kali ini. Menurut Bpk. ANSHORI, meskipun hasil panen sedikit menurun dibandingkan dengan musim sebelumnya, ia tetap optimis bahwa keuntungan dari hasil jual gabah dapat menutupi biaya produksi. “Walau tingkat produktivitas tanaman Padi milik saya agak menurun untuk musim tanam kali ini, tapi insyaallah… biaya produksi akan tertutup nanti saat panen,” imbuhnya. AIPDA MOCHAMAD WAHYONO pun menegaskan bahwa pemerintah telah berupaya untuk mendukung petani dengan memastikan ketersediaan stok pupuk yang mencukupi agar produktivitas pertanian dapat terus meningkat.
Dalam kesempatan ini, anggota Polsek Tempeh juga mengimbau kepada para petani untuk memanfaatkan fasilitas dan program yang telah disediakan pemerintah guna meningkatkan hasil pertanian mereka. Pemerintah telah menyediakan berbagai bantuan, mulai dari penyediaan pupuk bersubsidi, pendampingan teknis bagi petani, hingga bantuan alat dan mesin pertanian untuk mempermudah proses produksi. Dengan adanya sinergi antara petani dan pemerintah, diharapkan produktivitas hasil pertanian di Kecamatan Tempeh dapat terus meningkat serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat setempat.
Kapolsek Tempeh Polres Lumajang Polda Jatim, AKP SYAMSUL ARIFIN, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani yang tetap semangat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Beliau juga berharap agar koordinasi antara petani, pemerintah, dan kepolisian semakin erat guna mewujudkan swasembada pangan di Indonesia. Dengan kerja sama yang baik, target pemerintah untuk mencapai swasembada pangan pada tahun 2027 bukanlah hal yang mustahil. Semoga langkah-langkah yang telah dilakukan ini dapat memberikan manfaat bagi petani serta membawa kemajuan bagi sektor pertanian di Kabupaten Lumajang. (Tempeh, Regu 1)